Apresiasi untuk Karya yang Menginspirasi, Forkosasi Menggema!
Jakarta – Aroma tinta memenuhi ruang pertemuan Virgo 3 Hotel Swiss-Beliin Kemayoran, Jakarta, pada 25 November 2025. Sebanyak 35 komunitas sastra dari berbagai penjuru Indonesia hadir dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Komunitas Sastra se-Indonesia Tahun 2025. Acara yang berlangsung selama empat hari ini menjadi ajang apresiasi dan refleksi atas geliat sastra yang telah dihidupkan oleh para pegiat di daerah masing-masing.
Kegiatan dibuka dengan laporan dari Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh komunitas sastra yang telah melaksanakan berbagai kegiatan sastra sejak bulan September hingga November
“Terima kasih atas kerja keras para komunitas Sastra yang telah melaksanakan kegiatan sastra selama rentang waktu bulan September hingga November,” ujar Imam dengan nada penuh penghargaan.
Puncak acara adalah sambutan dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafiz Muksin. Dengan semangat yang membara, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja yang telah ditunjukkan oleh 35 komunitas sastra penerima dana fasilitasi.
“Ragam karya sastra ditampilkan dan menjadi sebuah pertunjukan sastra yang spektakuler, kami sangat mengapresiasi kerja keras saudara-saudara,” ungkap Muksin dengan mata berbinar.

Muksin menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar evaluasi, tetapi juga momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar komunitas sastra, bertukar ide, dan saling menginspirasi untuk terus berkarya.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan mengucapkan basmalah, mengawali langkah dengan harapan keberkahan dan kesuksesan. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan presentasi hasil karya dari masing-masing komunitas. Setiap presentasi menjadi jendela yang membuka wawasan tentang kekayaan budaya dan kreativitas yang tumbuh subur di berbagai daerah.
Forkosasi Menggema
Di tengah semangat kebersamaan, sebuah usulan penting muncul dari Ketua Komunitas Sastra Armada Pena, Syahrian Khamary. Ia mengusulkan agar Badan Bahasa memfasilitasi pembentukan Forum Komunikasi Komunitas Sastra Indonesia (Forkosasi). Usulan ini disambut dengan antusias oleh seluruh peserta yang hadir.
“Dengan adanya Forkosasi, kita bisa lebih mudah berkoordinasi, berbagi pengalaman, dan bersama-sama memajukan sastra Indonesia,” ujar Syahrian dengan penuh keyakinan.


