Bukti Semangat Literasi di Tidore
Tidore Kepulauan – Kabar gembira bagi dunia literasi di Kota Tidore Kepulauan! Sebanyak 100 judul buku karya para penulis yang tergabung dalam Komunitas Sastra Armada Pena, resmi diluncurkan pada hari ini. Peluncuran buku-buku tersebut menjadi bukti nyata semangat literasi yang terus membara di Kota Rempah ini. Bukti Semangat Literasi di Tidore
Acara peluncuran buku yang berlangsung meriah ini, dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, Abdul Hakim Adjam, S.IP., M.Si., yang mewakili Walikota Tidore Kepulauan. Turut hadir pula Kepala Balai Bahasa Maluku Utara, serta para penulis dan pecinta sastra dari berbagai kalangan.
Abdul Hakim Adjam, yang akrab disapa Jokim, didampingi oleh Kepala Balai Bahasa Maluku Utara, memukul gong sebanyak 3 kali sebagai tanda resmi diluncurkannya 100 judul buku tersebut.
Koleksi 100 judul buku ini terdiri dari beragam genre dan tema, mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Kota Tidore Kepulauan. Rinciannya adalah 23 buku Cerita Rakyat Tidore, 10 Novel, 5 Antologi Pantun, 5 Naskah Drama, 27 Antologi Puisi, dan 30 buku referensi yang mengangkat tema Sastra, Budaya, Pahlawan, serta Cerita Anak.
Perjalanan Panjang Peluncuran Buku Armada Pena
Proses pembuatan 100 judul buku ini bukanlah perjalanan yang singkat. Ide untuk menghasilkan karya sebanyak ini muncul sejak beberapa tahun lalu, sebagai wujud komitmen Armada Pena untuk memajukan literasi di Tidore. Para penulis Armada Pena bekerja keras, melakukan riset, menulis, dan menyunting naskah secara kolektif.
Sebagian besar buku ini merupakan hasil dari kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Armada Pena,Peluncuran Buku Armada Pena diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, menulis, dan memperkaya khazanah literasi lokal di Tidore Kepulauan, seperti lomba menulis, pelatihan sastra, dan diskusi budaya. Cerita-cerita rakyat dikumpulkan dari para tetua adat, puisi-puisi lahir dari inspirasi keindahan alam Tidore, dan naskah drama ditulis untuk mengangkat isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat setempat.
“Kami ingin menghadirkan buku-buku yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca, khususnya generasi muda Tidore,” ujar Nilam Khamary salah seorang penulis muda Armada Pena yang pemenang Sayembara Cerita Anak Malut tahun 2025.
Dalam proses pembuatan buku ini, Armada Pena juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Balai Bahasa Maluku Utara, dan para donatur yang peduli terhadap pengembangan literasi.


